Kamis, 26 September 2013

Fungsi Pendidikan Agama Islam

Pembinaan mental seorang manusia dimulai dari lingkungan terdekat dari manusia tersebut, dalam hal ini lingkungan terdekat yang utama adalah keluarga, dimana yang paling utama memberikan pendidikan adalah orang tuanya yang menjadi pihak yang pertama berinteraksi dengannya sewaktu manusia tersebut masih kecil dan membutuhkan perhatian, pertolongan dan penghargaan dari pihak yang berada di luar dirinya sendiri. Jadi kasih sayang dan perhatian yang diterima manusia tersebut waktu kecil sangat berpengaruh dalam membentuk pribadinya pada masa yang akan datang, setelah itu baru pendidikan yang mereka dapatkan dari dunia di luar keluarga dan masyarakat
Hal demikian memberikan warna dan mempengaruhi dasar-dasar pembentukan kepribadiannya. Pembinaan, pertumbuhan mental dan kepribadiannya itu kemudian akan ditambah dan disempurnakan oleh sekolah. Orang tua seharusnya memberikan pendidikan agama pada anak-anaknya sejak kecil, bahkan sejak masih dalam kandungan, sebab disadari atau tidak, hal ini akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir terutama pada perkembangan dan pertumbuhan aspek kejiwaannya.
DR. Zakiah Daradjat dalam bukunya “Kesehatan Mental” mengemukakan tentang pentingnya fungsi pendidikan Islam baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Beliau mengatakan bahwa:
Pendidikan agama Islam mempunyai fungsi yang sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan kepribadian dan mental anak, karena pendidikan agama Islam mempunyai dua aspek terpenting, yaitu aspek pertama yang ditujukan kepada jiwa atau pembentukan kepribadian anak, dan kedua, yang ditujukan kepada pikiran yakni pengajaran agama Islam itu sendiri.
Aspek-aspek dari Pendidikan Agama Islam, adalah sebagai berikut:
1. Kepribadian/ Kejiwaan
Aspek utama dari Pendidikan Agama Islam Adalah kepribadian yang berarti, melalui pemberian Pendidikan Agama Islam Anak didik diharapkan memiliki kepribadian yang sesuai dengan Al-quran, yang merupakan pedoman hidup manusia agar selamat di dunia dan di akhirat nanti. Terutama tentang keyakinan yang sungguh-sungguh tentang keberadaan Allah SWT, sehingga di dalam kehidupan sehari-hari segala aktivitasnya sesuai dengan al-quran karena merasa selalu ada yang mengawasi.
2. Pikiran/ Intelektualitas
Bagaiman memanfaatkan ciptaan Allah yang sempurna yaitu akal pikiran di dalam usaha membuktikan kebenaran perintah dan larangan Allah SWT, dimana usaha pembuktian tersebut manusia dapat menggunakan nalarnya dalam memahami dan mengerti tentang manfaat di timbulkan oleh segala perintah Allah dan mudarat yang dapat ditimbulkan segala laranga Allah SWT, melalui pemahaman dan pengertian secara benar, logis tanpa diikuti nafsu egoitis. Sehingga manusia dapat memahami Agama Islam secara lebih sempurna.
Rumusan dari Pendidikan Agama Islam antara lain sebagai berikut:
a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Allah SWT yang ditanamkan dalam lingkup pendidikan keluarga.
b. Pengajaran, yaitu untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang fungsional
c. Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat ber sosialisasi dengan lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.
d. Pembiasaan, yaitu melatih siswa untuk selalu mengamalkan ajaran Islam, menjalankan ibadah dan berbuat baik.
Fungsi pendidikan Agama Islam di sini dapat menjadi inspirasi dan pemberi kekuatan mental spiritual yang akan menjadi bentuk moral yang mengawasi segala tingkah laku dan petunjuk jalan hidupnya serta menjadi obat anti penyakit gangguan jiwa didalam usahanya mengarungi dunia yang penuh dengan onak dan duri serta segala tantangan dan godaan yang dialami oleh manusia itu sendiri.
Kesimpulannya Fungsi dari Pendidikan Agama Islam adalah:
1. Memperkenalkan dan mendidik anak didik agar meyakini ke-Esaan Allah swt, pencipta semesta alam beserta seluruh isinya; biasanya dimulai dengan menuntunnya mengucapkan la ilaha illallah.Memperkenalkan kepada anak didik apa dan mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang (hukum halal dan haram).
2. Menyuruh anak agar sejak dini dapat melaksanakan ibadah, baik ibadah yang menyangkut hablumminallah maupun ibadah yang menyangkut hablumminannas.
3. Mendidik anak didik agar mencintai Rasulullah saw, mencintai ahlu baitnya dan cinta membaca al-Qur’an.
4. Mendidik anak didik agar taat dan hormat kepada orang tua dan serta tidak merusak lingkungannya.
5. Mendidik anak agar mau mendalami ayat-ayat tuhan baik yang tersurat maupun yang tersirat, agar dapat dicapai suatu kemajuan dalam hidupnya dalam menghadapi masa depannya yang tentu berbeda dengan masa yang ada sekarang.
6. Menjadi bekal bagi diri anak didik tersebut didalam mengahadapi godaan dan tantangan yang lebih dahsyat pada masa yang akan dating, dimana tantangan ini dapat berasal dari lingkungan maupun dari dalam diri sendiri, termasuk godaan dari musush abadi manusia itu sendiri.
7. Menjadi manusia yang tidak tergoyahkan keimanannya kepada Allah walaupun digoda dengan sesuatu yang sangat besar dan indah.
Dari uraian tersebut di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan Agama Islam adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia-manusia yang seutuhnya, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mampu mewujudkan eksistensinya sebagai khalifah Allah di muka bumi yang berdasarkan kepada ajaran al-Qur’an dan Sunnah, maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insan-insan kamil setelah proses pendidikan berakhir.