Minggu, 31 Maret 2013

Kumpulan Pemikiran Besar Tokoh-Tokoh Filsafat


Definisi Filsafat

Filsafat adalah bidang studi yang menjelaskan konsep alam dan keyakinan klasik diikuti dengan sistem tertentu. Filsafat adalah disiplin yang unik yang mengeksplorasi dan melintasi melalui beberapa domain kehidupan seperti adanya, alam, agama, Tuhan, etika, psikologi, ilmu, sosiologi, dan pemahaman tentang kebenaran di mana dunia kita tinggal.

Lima Cabang Filsafat

Topik-topik filsafat termasuk dalam kategori yang beragam, namun cabang utama filsafat adalah sebagai berikut:
  1. Metafisika: Studi tentang realitas.
  2. Epistemologi: Teori pengetahuan.
  3. Etika: Terkait dengan prinsip-prinsip benar dan salah.
  4. Logika: Studi tentang penalaran yang tepat.
  5. Estetika: Teori sifat seni.
Tokoh-Tokoh Filsafat dan Pemikirannya

Adapun berikut ini beberapa nama tokoh filsafat dengan gagasannya. Mereka terpilih dari ribuan tokoh filsafat, karena memiliki suatu landmark yang baik tentang apa itu filsafat persisnya, dan bagaimana pengaruh mereka dalam keilmuan manusia.

Sokrates. Memperkenalkan dialektika, yaitu sebuah pandangan bahwa pengetahuan sejati hanya dapat diperoleh melalui dialog; seperti seorang bidan yang membantu kelahiran bayi.
Plato. Mengajarkan konsep dunia idea: pada dasarnya segala hal yang kita kenal di dunia ini hanyalah "bayangan" dari konsep yang sesungguhnya di dunia idea. Dunia idea dan dunia kita dapat diibaratkan seperti cetakan kue dan kuenya.
Aristoteles. Memperkenalkan konsep pemikiran deduktif, di mana sebuah pengetahuan diperoleh melalui penarikan kesimpulan atas premis-premis yang ada. (premis 1= semua manusia akan mati, premis 2= Rudi adalah manusia, maka kesimpulannya Budi akan mati)
Santo Agustinus. Di tengah situasi permusuhan antara agama dan filsafat, ia menegaskan kalau keduanya bersifat saling melengkapi, bukan bertentangan. Ia banyak berbicara mengenai kebaikan Tuhan dan kehendak bebas manusia untuk menjelaskan berbagai pertanyaan mengenai situasi dunia.
Rene Descartes. Pemikir Perancis ini terkenal dengan jargonnya: cogito, ergo, sum yang berarti aku berpikir maka aku ada. Ia meragukan eksistensi manusia, bahkan eksistensi dirinya sendiri. Bagi Descartes, satu-satunya hal yang bisa ia pastikan eksistensinya hanyalah kesadarannya. Ia juga memperkenalkan konsep dualisme: keterpisahan antara tubuh dan jiwa.
Thomas Hobbes. Thomas Hobbes terkenal dengan teori Kontrak Sosialnya, yang mengatakan bahwa negara dan masyarakat pada dasarnya terikat oleh sebuah kontrak besar, di mana negara diberi kekuasaan besar sekaligus mandat untuk menciptakan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat.
Baruch Spinoza. Spinoza berargumen bahwa Tuhan dan alam ini sejatinya satu, kita dapat menemukan Dia dalam tiap ciptaan dan tiap ciptaan ada di dalam Tuhan, seperti kesempurnaan bentuk lingkaran (Spinoza adalah seorang perajin lensa optik). Karena itu bisa dibilang Spinoza termasuk penganut paham Panteisme.
Auguste Comte. Salah satu filsuf paling berpengaruh pada masanya, Auguste Comte dikenang sebagai pendiri doktrin positivisme. Dan peletak dasar Sosiologi.
John Locke dan Tabula Rasa. 'Tabula rasa' Ungkapan terkenal digunakan pada basis harian dalam berbagai situasi oleh orang yang berbeda, namun sedikit yang bisa mengidentifikasi perannya dalam sistem filosofis dari orang yang sebenarnya diciptakan ekspresi.
Friedrich Nietzsche. Tuhan telah mati, barangkali itu sebuah statement paling tersohor dalam filsuf yang ajarannya telah banyak dijadikan justifikasi oleh para diktator seperti Adolf Hitler. Nietzsche sangat menjunjung tinggi kekuatan manusia, yang ia wujudkan dalam konsep ubermensch atau manusia super.
Soren Kierkegaard. Kierkegaard berpandangan kritis. Ia mengajak setiap orang untuk mempertanyakan, gelisah, dan mencari. Ia pernah melemparkan kritik atas orang yang beragama hanya sebagai ritual tanpa pernah benar-benar menghayati makna imannya. Kierkegaard juga membagi hidup dalam 3 tahap: estetis (tahap di mana orang hanya mencari pemenuhan hasrat), etis (tahap di mana orang tidak lagi menganggap pemenuhan nafsu fisiknya sebagai prioritas utama), dan tahap paling tinggi adalah tahap religius.
Karl Marx. Salah satu filsuf paling terkenal dan kontroversial. Konsep dasar yang diajukan Marx adalah bahwa dunia ini sebenarnya selalu berada dalam situasi konflik antara pemilik modal (kaum kapitalis) dan buruh (kaum proletar). Karl mengkritik para kapitalis sebagai pihak yang telah mengeksploitasi kaum buruh, menjebak mereka dalam konsumerisme dan alienasi.
Jean Paul Sartre dan Masalah Kebebasan: Konsep kebebasan memainkan peran penting dalam setiap sistem filsafat, tetapi Sartre tampaknya telah mengambil satu langkah di luar dengan menempatkannya di tengah-tengah ide dan terkejut sezamannya dengan mengatakan bahwa: "Manusia dikutuk untuk bebas".
Kant dan Berpikir Optimis. Meskipun filsuf terkenal karena fakta bahwa bagi mereka orbit segala sesuatu di sekitar logika, mereka kadang-kadang membuat pengecualian mendukung beberapa aspek lain dari jiwa. Kant jatuh dalam kategori ini .
Friedrich Nietzsche dan Moralitas Nietzsche adalah salah satu filsuf paling kontroversial dalam sejarah. Ia menolak Kristen dan mengusulkan jenis baru moralitas. Yakni, kebebasan.