Minggu, 10 Maret 2013

Mengenal Filsafat 2


Posted by Drs.H.Mutawalli, M.Pd.I   on June 16, 2011
1.1. Pengertian Menurut Etimologi
Kata Fasasafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang diambil dari bahasa Yunani”philosophia”. Kata ini, merupakan kata majemuk dan beasal dari kata-kata( philia= persahabatan, cinta) dan (shophia= kebijaksanaan). Sehingga arti harfiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia.Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalam bidang falsafah disebut”filsuf”.
1.2.Terrminologi
Fisafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksprimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alas an yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filsafat menjadi ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan,rasa penasaran dan ketertarika. Filsafat juga bias berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptic yang mempertanyakan segala hal.
2. Klasifikasi Filsafat
Dalam membangun tradisi Filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama, menanggapi dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun. Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua katagori besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama. Menurut wilayah bisa dibagi menjadi Filsafat Barat dan Filsafat Timur dan filsafat Timur Tengah. Sementara latar belakang agama dibagi menjadi ; Filsafat Islam, Filsafat Budha, Filsafat Hindu dan Filsafat Kristen.
2.1 Filsafat Barat
Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani Kuno. Tokoh utama filsafat Barat antara lain; Plato, Thomas Aquinos, Rene Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Mark, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.
Dalam tradisi filsafat Barat, dikenal adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu.
  • Metafisika  mengkaji hakikat segala ayang ada. Dalam bidang ini, hakikat yang ada dan keberadaan(eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam (Ontologi), Adapun hakikat manusia dan alam semesta dibahas dalam Kosmologi.
  • Epistemologi  mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan(episteme secara harfiah berarti”pengetahuan”) Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan.
  • Aksiologi membahas masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia. Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia: etika  dan estetika.
  • Etika,  Filsafat moral, membahas tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahuai. Beberapa topic yang dibahas di sini adalah soal kebaikan, kebenaran, tanggungjawab, suara hati dan sebagainya.
  • Estetika  membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan. Dari estetika lahirlah berbagai mascam teori mengenai kesenian atau seni dari berbagai macam hasil budaya.
2.2 Filsafat Timur
Filsafat Timur adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Cina dan daerah daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah cirri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, Terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat’ an-sich’ masih menonjol daripada Agama. Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain siddharta Gautama/Budha,bodhidharma, Lao tse, Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong
2.3. Filsafat Timur Tengah
Filsafat Timur tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang yahudi, yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar laut tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka. Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa setelah runtuhnya kekaisaran Rumawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa. Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah adalah Ibnu sina, Ibnu Thufail, Kahlil Gibran dan Averroes.
2.4  Filsafat Islam
Filssafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah Muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka bila dalam filsafat lain masih ‘mencari Tuhan, dalam filsafat Islam justru Tuhan sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf Islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
2.5 Filsafat Kristen.
Filsafat Kristen mulanya disusun oleh para bapa Gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman kegelapan( dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. Filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontology dan Filsafat Ketuhan. Hampir semua filsuf Kristen adalah theologian atau ahli masalah agama. Sebagai contoh : Santo Thomas Aquinos dan Santo Bonaventura.
3. Munculnya Filsafat
Filsafat Barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam,dunia dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.
Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea( Israil) atau Mesir. Jawabnya sederhana: di Yunani, tidak seperti daerah lain, tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.
Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir Turki, tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar ialah Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah’ komentar-komentar karya Plato belaka’. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.,
Buku karangan Plato yang terkenal adalah berjudul” etika, republic, apologi phaedo,dan krito”